Minggu, 18 Maret 2012


Sepucuk surat  buat akhi......... (dari ukhti:...........) 

Maaf kalo aku lancang menulis surat ini,
akh. Aku hanya ingin menotasikan hati
lewat barisan alfabet yang mungkin bisa
mencerna sedikit rasa ini.
Berjuta syukur mungkin masih kurang
untuk kuungkap untuk sebuah perkenalan
dengan sosokmu, akh!
Waktu itu tak banyak yang

terbersit, tak
banyak yang terungkap, tak banyak yang
terasa...
Sekali kuucap syukur, puji padaMu ya
Rabbi, kau kenalkan aku pada sosok
manusia luar biasa... Sungguh itu semua
karunia-Mu....
Lembut kasihnya, sorot kecerdasannya,
ketabahannya, sungguh membuat aku takut
jikalau aku membuat sang maha cinta
menjadi cemburu......
Aku hanya manusia lemah...hanya gadis
rapuh...
Aku akui apa yang aku rasakan tak
pantas.......

Akhi, dalam untai perjalanan hidupku,
kau telah menjadi salah satu bagian
tinta emas.... setelah aku dan
keluargaku sendiri tentunya,
Aku tak mengerti akan tumbuhnya
benih-benih kasih sayang di ladang hati
ini...
hanya saja yang pasti...ada rasa nyaman
yang aku rasakan,
Aku tau rasa ini sudah mulai mencoba
mengkhianati perjalanan cintaku pada
sang Izzati,
kucoba untuk mengakui engkau sebagai
bukti kebesaran cintaNya,
KebesaranNYa lah yang kemudian
memunculkan sosokmu, akhi

Bait pelajaran kedewasaan, kehidupan,
dan segalanya masih terangkum indah
dengan sentuhan sayangmu yang sungguh
menjadikan engkau manusia luar biasa
dimataku...........

Entah apa yang kau rasakan,

kau hanya
berkata "demi Allah biar Dia saja yang
mengetahui isi hatiku"
Aku pun sebenarnya merasa tak pantas
untuk mendapatkan semua itu
Aku hanya dapat menyisipkan kata-kata
rindu dan harap dalam doaku.......
Aku hanya dapat membatini dan menguntai
kekagumanku seiring tasbih, tahmid, dan
takbir...............

Kalau kata sang cupid "inilah cinta",
aku sebenarnya meronta takut.......
Kalau aku terkadang merengek kangen,
jujur aku berfikir berjuta kali untuk itu...
Tapi jujur.........aku tak dapat
menafikan rasa sayang itu.....

dan ternyata ................
akhi,engkau jundullah yang teruji (amien)
akhi,engkau benar-benar luar biasa....
akhi, kau sisihkan luapan cinta dan
sayang untuk sebuah cita-cita mulia...

akhi, kau buat rona malu di hatiku,
perjuanganmu secara kasat mata mungkin
sering dinafikan,
namun aku mengerti
proses yang kau lalui begitu
terjal....................

Terimakasih akhi atas segala
transformasi bait-bait ilmu kehidupan
yang kau berikan......
Terimakasih akhi atas kerelaan serta
kesabaran dampingan dan bimbinganmu....
Terimakasih atas kasihsayangmu.....
Terimakasih telah mengenalkan aku pada
makna cinta yang sebenarnya

Doaku kan selalu menggema selama nafas
ini masih bernotasi.......
Selipan kasih dan harapan untukmu akan
senantiasa kuucapkan pada sang Rabbul
Izzati...

Terimakasih telah

menyadarkanku akan
tulusnya sebuah perjuangan,............
Telah mengajarkan aku arti militansi
yang sebenarnya.......
Terimakasih untuk meninggalkanku demi
cita-cita peradabanmu...........

Terimakasih dan maaf....

1 komentar:

Dede Deny mengatakan...

Subhanallah, ukhti...

Powered By Blogger